aku bangga menjadi salah satu mahasiswi di kampusku ini , bangga karna memiliki staff pengajar yang bukan orang sembarangan , beliau-beliau memiliki andil yang besar dalam stabilitas jalannya pemerintahan di negeri kita yang tercinta ini. setelah sistem Semester Pendek dihapuskan karna dinilai tidak efektif lagi maka keluarlah SK dari rektor yang intinya sistem SP diganti dengan sistem remediasi dengan berbagai macam kebijakannya.
buat aku pribadi dan juga temen-temen sesama mahasiswa lainnya merasa aneh dengan kebijakan sistem remediasi yang terbilang masih sangat baru dikampus ini, karna baru pertama kali diberlakukan di fakultas aku .. kebijakan yang dirasa aneh adalah ketika kita harus melakukan pembayaran dan key in mata kuliah yang ingin diremediasi kan sebelum kita mengetahui secara pasti berapa nilai mata kuliah kita, jadi cara gampangnya kita harus memperkirakan mana mata kuliah yang dirasa nantinya akan mendapatkan nilai yang kurang/jelek , dan kalau ternyata nilai kita bagus untuk mata kuliah yang tadinya sudah kita bayar dan key-in-kan untuk melakukan remediasi , uang pembayaran remediasi tidak bisa ditarik kembali.
ini kampus aku yang komersil apa emang kebijakannya yag kurang baik , silahkan menilai sendiri ya ...
ini aturan mainnya :
http://law.uii.ac.id/images/stories/Pengumuman%20Remediasi%20FH%20UII.pdf
ini ceritaku , mana ceritamu ???
kampusnya th yg komersilllll..,,
BalasHapusbisa jadi :D
BalasHapusDisamping kurangnya sosialisasi dan sistem yang semena-mena, saya rasa faktor kurangnya mahasiswa berjiwa anarkisme juga berpengaruh. Mayoritas hanya diam saat kebijakan dibuat. Tanpa ada perlawanan dari pihak mahasiswa. Ketika mendekati hari H baru ada "pemberontakan". Bagian Dekanat pun seolah tak peduli, dan semata menjalankan sistem.
BalasHapus-RESTORASI-
hahha bukan berjiwa anarkisme juga ,, tapi mahasiswa seharusnya juga diikutsertakan saat pembuatan kebijakan tersebut sehingga saat dijalankan tidak menimbulkan kesimpang siuran dan berbagai permasalahan seperti yang kita alami sekarang .. sangat tidak efektif dan efisien -__-
BalasHapusAnarkisme bukan berarti "kekerasan/rusuh" .
BalasHapusTp suatu ideologi bentuk perlawanan minoritas terhadap penguasa atau pemerintah..
Kalo mahasiswa pada punya idealisme seperti itu, nggak perlu kita habis pelantikan fungsionaris terus panas2 aksi di kampus terpadu..
Cukup setelah SP diganti Remediasi, kita aksi damai dgn banyak massa, selesai masalah..
Kurang kompak sih..